Di Bawah Arahan Tegas Camat Wilman Muchtar, Eka Saputra Mengawal MY DARLING Hingga Tingkat Rumah Tangga - NUSANTARA POST

Minggu, 01 Februari 2026

Di Bawah Arahan Tegas Camat Wilman Muchtar, Eka Saputra Mengawal MY DARLING Hingga Tingkat Rumah Tangga


PADANG SELATAN |Camat Padang Selatan Wilman Muchtar menempatkan isu lingkungan sebagai agenda utama dalam tata kelola wilayah yang dipimpinnya. Di tengah kepadatan aktivitas perkotaan dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, persoalan sampah dan kebersihan lingkungan dipandang bukan lagi isu teknis semata, melainkan tantangan sosial yang menuntut perubahan perilaku masyarakat secara kolektif.

Wilman Muchtar melihat bahwa kebersihan lingkungan tidak akan pernah tuntas jika hanya mengandalkan kegiatan bersih-bersih sesaat. Menurutnya, akar persoalan justru terletak pada pola pikir dan kebiasaan warga. Tanpa kesadaran yang tumbuh dari dalam masyarakat, sampah akan terus menjadi masalah yang berulang dari waktu ke waktu.

Dari kegelisahan itulah lahir sebuah gagasan yang kemudian diwujudkan menjadi program MY DARLING atau Masyarakat Sadar Lingkungan. Program ini dirancang sebagai inovasi pelayanan publik yang bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif warga, dimulai dari lingkungan terkecil hingga ke kawasan permukiman yang lebih luas.

Dalam pelaksanaannya, Wilman Muchtar mempercayakan peran strategis kepada Kasi Trantib Kecamatan Padang Selatan, Eka Saputra, untuk menggagas sekaligus mengawal MY DARLING di lapangan. Kepercayaan ini bukan tanpa alasan, karena Eka Saputra dinilai memahami dinamika sosial masyarakat sekaligus memiliki kedekatan langsung dengan persoalan lingkungan di tingkat kelurahan.

Eka Saputra menegaskan bahwa MY DARLING bukan sekadar agenda kebersihan rutin. Program ini diarahkan untuk mengubah cara pandang masyarakat, bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari rumah sendiri, dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari secara konsisten.

Pendekatan partisipatif menjadi roh utama MY DARLING. Pemerintah kecamatan tidak memosisikan diri sebagai pengendali tunggal, melainkan sebagai pemantik gerakan yang melibatkan kelurahan, RT, RW, dan warga sebagai aktor utama perubahan lingkungan.

Edukasi sadar lingkungan menjadi fondasi utama program ini. Sosialisasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari pertemuan warga hingga pendekatan langsung dari rumah ke rumah. Cara ini dipilih agar pesan yang disampaikan tidak berhenti sebagai imbauan, tetapi benar-benar dipahami dan dipraktikkan oleh masyarakat.

Wilman Muchtar meyakini bahwa edukasi adalah kunci keberlanjutan. Ketika masyarakat sudah memiliki kesadaran, pengawasan tidak lagi menjadi kebutuhan utama karena warga dengan sendirinya akan menjaga lingkungan tempat mereka tinggal.

MY DARLING juga menyasar generasi muda sebagai investasi jangka panjang. Edukasi lingkungan dilakukan melalui sekolah dan pembinaan remaja, dengan harapan nilai kepedulian terhadap lingkungan tertanam sejak dini dan menjadi karakter generasi penerus Padang Selatan.

Dalam aspek pengelolaan sampah, Eka Saputra mendorong pemilahan sampah dari sumber, pembentukan bank sampah di tingkat kelurahan, serta pengolahan sampah organik. Upaya ini tidak hanya menekan volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis lingkungan bagi masyarakat.

Bagi Eka Saputra, sampah tidak semata-mata dipandang sebagai beban, melainkan potensi yang bisa memberi nilai tambah jika dikelola dengan tepat dan melibatkan partisipasi warga secara aktif.

Aksi nyata di lapangan menjadi penguat pesan MY DARLING. Kegiatan Jumat Bersih, pembersihan drainase, serta penataan kawasan permukiman secara rutin dilaksanakan dengan melibatkan perangkat kelurahan dan masyarakat setempat.

Pengurangan sampah plastik juga menjadi perhatian khusus. Kampanye pengurangan plastik sekali pakai dan aksi bersih sampah plastik digelar sebagai bentuk ajakan konkret untuk mengubah kebiasaan konsumsi warga.

Untuk memastikan keberlanjutan program, dibentuk Satuan Tugas MY DARLING di setiap kelurahan. Satgas ini berfungsi sebagai penggerak sekaligus pengawas kebersihan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Wilman Muchtar menegaskan bahwa keberhasilan MY DARLING tidak diukur dari seberapa sering pemerintah turun ke lapangan, tetapi dari seberapa besar keterlibatan warga dalam menjaga lingkungannya sendiri.

Melalui kepemimpinan Camat Padang Selatan Wilman Muchtar dan peran teknis Eka Saputra sebagai Kasi Trantib, MY DARLING diarahkan menjadi gerakan budaya yang mengakar, demi mewujudkan Padang Selatan yang bersih, sehat, tertib, dan berkelanjutan.



Penulis: Andri HD

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda