NUSANTARA POST

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Selasa, 14 April 2026

Polantas Polda Sumbar Humanis, Atensi Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq

  

PADANG, SUMBAR | Aktivitas pagi masyarakat di kawasan pertigaan Raden Saleh Pasar Pagi Purus Baru, Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, tampak lebih tertib dari biasanya. Personel Polisi Lalu Lintas dari Polda Sumbar

Terlihat hadir mengatur arus kendaraan sekaligus menyapa pengendara dengan pendekatan humanis, memberikan imbauan keselamatan serta edukasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa pagi, 14 April 2026, di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat yang memulai rutinitas harian.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari atensi Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq selaku pimpinan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat yang menekankan pentingnya kehadiran Polantas secara humanis dan profesional di tengah masyarakat.

Sejak pagi hari, arus kendaraan roda dua dan roda empat mulai memadati kawasan Pasar Pagi Purus Baru. Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu titik aktivitas ekonomi masyarakat yang cukup ramai, terutama pada jam berangkat kerja dan aktivitas perdagangan.

Personel Polantas terlihat aktif mengatur arus kendaraan agar tetap lancar, sekaligus memberikan imbauan kepada pengendara untuk tetap tertib berlalu lintas.

Pendekatan humanis menjadi ciri utama dalam kegiatan tersebut. Personel Polantas menyapa pengendara dengan ramah, mengingatkan penggunaan helm, serta mengajak masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas.

Beberapa pengendara yang melintas terlihat memperlambat kendaraan saat menerima imbauan dari petugas. Situasi tersebut menciptakan suasana yang lebih tertib dan aman.

Atensi Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan bahwa Polantas harus hadir memberikan rasa aman sekaligus menjadi sahabat masyarakat di jalan raya.

Polantas Polda Sumbar terus mengedepankan pelayanan yang humanis sebagai bagian dari transformasi Polri Presisi.

Kehadiran personel di lokasi padat aktivitas masyarakat menjadi langkah preventif untuk mencegah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Masyarakat pun menyambut positif kehadiran Polantas yang memberikan edukasi secara santun dan tidak represif.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan komitmen Polantas Polda Sumbar dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas.

Pendekatan humanis yang dilakukan diharapkan mampu membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Polantas Polda Sumbar terus mengoptimalkan kehadiran personel di titik-titik rawan kepadatan kendaraan.

Semangat Polantas Presisi menuju Indonesia maju terus diwujudkan melalui pelayanan yang profesional dan humanis.

Atensi dari Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara petugas dan masyarakat.

Dengan pendekatan yang santun, masyarakat diharapkan lebih mudah menerima edukasi yang diberikan.

Polantas Polda Sumbar juga mengajak masyarakat untuk bersama menjaga keselamatan di jalan raya.

Kehadiran Polantas di tengah masyarakat menjadi bukti nyata pelayanan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.

Semangat "Polantas Polda Sumbar Rancak Bana" terus diwujudkan melalui pelayanan terbaik.

Polantas Presisi hadir untuk masyarakat menuju Indonesia maju.

Polisi Untuk Masyarakat

Polantas Polda Sumbar mengimbau masyarakat untuk:

• Menggunakan helm standar

• Mematuhi rambu lalu lintas

• Tidak menggunakan ponsel saat berkendara

• Menggunakan sabuk pengaman

• Mengutamakan keselamatan

Polantas Presisi Hadir Menuju Indonesia Maju

Polantas Polda Sumbar — Rancak Bana Untuk Keselamatan Bersama 


TIM RMO

Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Wujudkan Polri Untuk Masyarakat di Teluk Bayur

  

PADANG, SUMBAR | Semangat Polri untuk masyarakat terus diperkuat oleh Dirlantas Polda Sumatera Barat Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H melalui pendekatan humanis kepada pengguna jalan. Salah satunya melalui kegiatan “Polantas Menyapa” yang dilaksanakan Subdit Gakkum di pangkalan sopir truk kawasan Teluk Bayur, Kota Padang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Dirlantas Polda Sumbar di bawah kepemimpinan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, khususnya para pengemudi kendaraan angkutan barang yang memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi.

Dalam suasana santai, personel Subdit Gakkum duduk bersama para sopir truk. Dialog berlangsung hangat, penuh keterbukaan, dan membahas berbagai persoalan di lapangan yang dihadapi para pengemudi setiap hari.

Pendekatan ini menjadi implementasi nyata dari arahan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq yang menekankan bahwa polisi lalu lintas harus hadir sebagai sahabat masyarakat. Pendekatan persuasif dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran tertib berlalu lintas.

Para sopir menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa lebih dekat dengan polisi dan bebas menyampaikan berbagai kendala yang sering dihadapi di jalan.

Selain berdialog, petugas juga memberikan edukasi keselamatan berkendara. Mulai dari pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kondisi kendaraan, hingga menghindari kelelahan saat berkendara jarak jauh.

Arahan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama. Karena itu, edukasi langsung kepada sopir menjadi langkah penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan lalu lintas dapat diselesaikan secara lebih efektif.

Dalam kesempatan itu, personel juga mengingatkan pentingnya pengecekan kendaraan sebelum beroperasi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat faktor teknis kendaraan.

Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq terus mendorong jajarannya untuk mengedepankan pendekatan humanis. Polisi tidak hanya hadir untuk menindak, tetapi juga membimbing dan mengedukasi masyarakat.

Para sopir mengaku senang dengan kehadiran polisi yang mau duduk bersama dan berdialog secara langsung. Mereka berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara rutin.

Kegiatan “Polantas Menyapa” juga membawa pesan keselamatan dengan slogan “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan Untuk Kemanusiaan.”

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dirlantas Polda Sumbar dalam membangun budaya tertib lalu lintas. Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan pentingnya kolaborasi antara polisi dan masyarakat.

Pendekatan humanis ini juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Kehadiran polisi di tengah masyarakat memberikan rasa aman dan nyaman.

Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan lalu lintas dapat diantisipasi sejak dini. Hal ini menjadi strategi penting dalam menjaga keselamatan di jalan raya.

Di bawah kepemimpinan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, Polantas Sumbar terus bergerak aktif membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan edukasi.

Pendekatan humanis menjadi langkah strategis untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang lebih baik di Sumatera Barat.

Melalui kegiatan ini, Dirlantas Polda Sumbar berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dan angka kecelakaan dapat ditekan.

Semangat Polri Untuk Masyarakat terus digaungkan oleh Dirlantas Polda Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menghadirkan polisi yang humanis, mengayomi, dan selalu hadir di tengah masyarakat.


TIM RMO

Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Dorong Pelayanan Tulus di Jalan Raya

  

PADANG, SUMBAR | Di tengah riuh arus kendaraan dan hiruk pikuk aktivitas kota, kehadiran polisi lalu lintas sering kali menjadi penentu rasa aman masyarakat. Bukan hanya karena seragam dan kewenangannya, tetapi karena sikap humanis yang mereka tampilkan di lapangan.

Nilai itulah yang terus ditekankan oleh H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, yang memandang tugas Polantas bukan sekadar mengatur kendaraan, melainkan menjaga keselamatan manusia yang berada di jalan raya.

Pendekatan ini tampak nyata ketika seorang personel Polantas dengan sigap membantu dua ibu menyeberang di tengah padatnya lalu lintas. Tindakan sederhana tersebut menghadirkan rasa aman yang begitu berarti bagi warga.

Bagi masyarakat, momen itu mungkin terlihat biasa. Namun sesungguhnya, di baliknya ada nilai kepedulian yang ditanamkan kuat dalam setiap arahan pimpinan kepada anggota di lapangan.

Menurut Kombes Pol Reza, keselamatan pejalan kaki, lansia, dan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Polisi harus hadir sebelum masyarakat meminta bantuan.

Karena itulah, personel Polantas didorong untuk peka terhadap situasi sekitar. Tidak menunggu perintah, tidak menunggu laporan, tetapi bergerak dengan hati.

Sikap sigap dan empati tersebut perlahan membentuk citra baru polisi lalu lintas di mata masyarakat. Polisi tidak lagi dipandang sekadar penindak pelanggaran, tetapi pelindung yang siap membantu.

Di berbagai persimpangan, depan sekolah, pasar, dan pusat keramaian, kehadiran Polantas menjadi penenang di tengah kepadatan arus kendaraan.

Pendekatan persuasif yang dikedepankan juga menjadi bagian penting dari edukasi keselamatan berlalu lintas. Warga diajak tertib bukan karena takut ditindak, tetapi karena sadar akan pentingnya keselamatan.

Nilai Presisi yang digaungkan benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata. Prediktif, responsif, dan berkeadilan diterjemahkan melalui pelayanan yang tulus.

Hal kecil seperti membantu menyeberang jalan ternyata memberi dampak besar pada kepercayaan publik terhadap Polri.

Kehadiran polisi dengan sikap santun dan ramah menciptakan interaksi yang hangat antara aparat dan masyarakat.

Budaya melayani dengan hati inilah yang terus dibangun, sehingga setiap personel memahami bahwa tugas mereka adalah untuk manusia.

Polantas di Sumatera Barat membuktikan bahwa ketertiban lalu lintas dapat dibangun melalui empati dan keteladanan.

Langkah-langkah kecil di jalan raya sejatinya adalah bagian dari misi besar menjaga keselamatan bersama.

Dan dari jalan raya itu pula, pesan kemanusiaan yang ditanamkan oleh Kombes Pol Reza terus hidup dalam setiap tindakan anggotanya.


TIM RMO

Seleksi Ketat Tanpa Kecurangan, Calon Prajurit TNI AL Jalani Tes Garjas di Panda Kodaeral XI Merauke

 

TNI AL. Kodaeral XI. Panitia Daerah (Panda) Merauke Kodaeral XI menggelar pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani (garjas) bagi calon prajurit Bintara PK dan Tamtama PK TNI Angkatan Laut Gelombang II Tahun 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Aspers Dankodaeral XI, Kolonel Laut (T) Eko Budhy Rochmawan, S.T., CHRMP., sebagai bentuk komitmen dalam memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan dengan tertib, objektif, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Tes garjas ini menjadi salah satu tahapan penting dalam menilai kesiapan fisik para peserta sebelum melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. Merauke (14/04/2026)


Dalam pelaksanaannya, Panda Merauke Kodaeral XI menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI Angkatan Laut dilaksanakan secara bersih, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan. Seluruh peserta diberikan kesempatan yang sama tanpa adanya perlakuan khusus, serta hasil penilaian dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, panitia juga menekankan bahwa proses rekrutmen ini tidak dipungut biaya dalam bentuk apapun, sehingga para peserta dan orang tua diimbau untuk tidak percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.


Profesionalisme panitia menjadi kunci utama dalam mencetak prajurit TNI Angkatan Laut yang berkualitas, unggul, dan berintegritas. Oleh karena itu, seluruh rangkaian seleksi dilaksanakan dengan standar tinggi, mengedepankan prinsip objektivitas serta pengawasan yang ketat. Diharapkan melalui proses seleksi yang bersih dan transparan ini, TNI Angkatan Laut dapat memperoleh generasi prajurit terbaik yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara. ( Dinas Penerangan Kodaeral XI )


#tni #tnial #kodaeralxi #casistni #casis

SMA Hang Tuah Belawan Ikuti Latihan Bersama Nasional Ke VIII SBH BKK Kelas II Bengkulu

Bengkulu,(15/04/26)|SMA Hang Tuah Belawan  dalam Latihan Bersama  Nasional Ke-VIII Saka Bakti Husada BKK mengikutsertakan 8 murid dengan 1 guru pendamping, kegiatan tersebut berlangsung pekan ini di Balai Kekarantinaan Kesehatan Medan.

Latihan bersama dari Saka Bakti Husada adalah kegiatan yang di selenggarakan oleh Balai Kementrian Kesehatan(BKK) , pelatihan yang dilakukan secara gabungan oleh anggota Saka Bakti Husada dari beberapa gugus depan, pangkalan, atau bahkan antar daerah.

Dengan ikutsertanya  8 murid  SMA Hang Tuah Belawan  dalam latihan bersama ini,  Kepala Sekolah Singgih Putra, S.Pd dan Ketua Pengurus Daerah  Belawan  Yayasan Hang Tuah Ny. Lia Deny Septiana berharap peserta dapat menambah luas wawasannya karena mereka menerima materi baik teori maupun praktek dan langsung berintregasi dengan peserta lainnya.

Adapun materi yang di sampaikan oleh Panitia dari  Balai Kekarantinaan Kesehatan II Bengkuku meliputi :   TBC (Tuberkulosis) oleh dr. Meilina Farikha, M.Epid,  DBD (Demam Berdarah ) oleh dr Agus Handito dan  Korupsi oleh Achmad Sukri, SH.

8 Murid  SMA Hang Tuah Belawan yang turut dalam Latihan Bersama Nasional Ke VIII  SBH BKK Kelas II Bengkulu  terdiri dari :  Hayra Crest Cayanty, Fifi Khairani, Bella Putri Dewinta, Dicky Marito, Khalila Putri, Sri Wahyuni,  Nurqolifah , Yuliana serta guru pendamping Nurdin, S.Pd (yht/dar).

Kebersamaan dalam Doa Mengiringi Ulang Tahun Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta di Tengah Dinamika Sosial

 

SUMBAR | Momen ulang tahun sering kali menjadi ruang sederhana untuk berhenti sejenak, melihat ke belakang, sekaligus menata langkah ke depan. Hal itu pula yang terasa dalam peringatan ulang tahun Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, Kapolda Sumatera Barat, yang dipenuhi ucapan tulus dari berbagai kalangan.

Ucapan tersebut datang dari jajaran internal kepolisian, mulai dari Bidang Humas, para Kapolres, hingga personel di lapangan. Tidak ada kesan berlebihan, hanya doa-doa yang disampaikan dengan harapan agar Kapolda senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kelapangan dalam menjalankan amanah.

Di lingkungan Polda Sumbar, suasana terasa hangat. Ucapan yang disampaikan menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan moral bagi seorang pimpinan yang selama ini menjadi arah dalam setiap langkah pengabdian.

Para Kapolres di berbagai daerah juga menyampaikan hal yang sama. Mereka berharap agar Kapolda tetap menjadi sosok yang mampu membimbing dengan kebijaksanaan, serta menjaga keseimbangan antara ketegasan dan pendekatan kemanusiaan.

Namun, yang membuat momen ini terasa lebih bermakna adalah keterlibatan masyarakat. Ucapan yang datang dari warga, baik melalui media sosial maupun interaksi langsung, menjadi bukti bahwa kehadiran kepolisian benar-benar dirasakan.

Bagi masyarakat, sosok Kapolda bukan hanya jabatan struktural. Ia menjadi representasi dari wajah Polri di tengah kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat merasa aman, dihargai, dan dilayani, di situlah makna kepemimpinan terasa nyata.

Pendekatan yang humanis menjadi hal yang terus diharapkan. Bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam mendengar, memahami, dan merangkul masyarakat.

Momentum ulang tahun ini pun seolah menjadi pengingat bahwa pengabdian Polri berakar dari kebutuhan masyarakat. Bahwa setiap kebijakan dan tindakan harus berpijak pada kepentingan bersama.

Ucapan dari jajaran Humas Polda Sumbar menggambarkan harapan agar institusi kepolisian terus bergerak ke arah yang lebih terbuka, profesional, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Di tengah dinamika yang terus berkembang, tantangan ke depan tentu tidak ringan. Namun doa dan dukungan yang mengalir menjadi energi tersendiri bagi Kapolda dalam menjalankan tugasnya.

Bagi anggota di lapangan, kepemimpinan yang humanis memberikan ruang untuk bekerja dengan lebih percaya diri. Arahan yang jelas dan pendekatan yang terbuka membuat tugas terasa lebih terarah.

Sementara bagi masyarakat, kehadiran polisi yang dekat dan mudah dijangkau menciptakan rasa aman yang lebih nyata. Tidak ada lagi jarak yang terlalu jauh antara aparat dan warga.

Ucapan ulang tahun ini mungkin sederhana, namun memiliki makna yang dalam. Ia menjadi simbol hubungan yang terus dibangun antara Polri dan masyarakat.

Lebih dari sekadar perayaan, momen ini menjadi refleksi bahwa di balik seragam dan jabatan, ada tanggung jawab besar untuk terus menjaga kepercayaan publik.

Dengan bertambahnya usia, harapan pun ikut tumbuh. Harapan akan kebijaksanaan, kesehatan, serta kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Dan dari Sumatera Barat, doa itu mengalir tanpa banyak kata. Selamat ulang tahun, semoga setiap langkah pengabdian selalu membawa kebaikan, menjaga kepercayaan, dan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

TIM RMO

Dari 28 Jadi 36 Adegan, AKBP Agung Tribawanto Perkuat Bukti Kasus Pembunuhan Berencana

 

PASAMAN BARAT | Suasana tegang menyelimuti halaman Mapolres Pasaman Barat saat satu per satu adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang mengguncang warga. Sebanyak 36 adegan disusun secara rinci, membuka tabir kelam peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang pensiunan aparatur sipil negara.

Di bawah komando Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, proses rekonstruksi berlangsung terbuka dan terukur. Setiap gerakan tersangka diperhatikan dengan saksama oleh penyidik, menghadirkan gambaran utuh tentang bagaimana kejahatan itu terjadi.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa rekonstruksi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian krusial dalam menguji kesesuaian keterangan tersangka dengan fakta di lapangan. Baginya, kejelasan kronologi menjadi kunci dalam memperkuat alat bukti.

Tersangka berinisial NJ, 39 tahun, memperagakan langsung perbuatannya di hadapan penyidik dan saksi. Sementara itu, peran korban, Khoiron Lubis, diperankan oleh pengganti guna menjaga jalannya proses hukum tetap objektif.

Rekonstruksi ini turut disaksikan oleh tim Inafis, jaksa penuntut umum, serta kuasa hukum tersangka. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti bahwa proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.

Menariknya, jumlah adegan yang semula dirancang sebanyak 28 berkembang menjadi 36 adegan. Penambahan ini terjadi setelah penyidik menemukan detail baru yang dianggap penting dalam membangun konstruksi perkara secara menyeluruh.

Menurut AKBP Agung Tribawanto, bertambahnya adegan justru memperjelas alur kejadian. Hal ini memudahkan penyidik dalam mengurai setiap detik peristiwa yang berujung pada hilangnya nyawa korban.

Dalam rekonstruksi tersebut, tergambar jelas bagaimana tersangka memulai aksinya dari kedatangan ke pondok kebun milik korban. Situasi yang awalnya tampak biasa berubah menjadi tragedi berdarah.

Motif di balik pembunuhan ini pun terungkap. Rasa sakit hati akibat upah kerja sebesar Rp8 juta yang tak kunjung dibayarkan sejak 2022 menjadi pemicu utama kemarahan tersangka.

Tak hanya itu, tekanan ekonomi dan kebutuhan hidup disebut semakin memperkuat niat jahat tersebut. Bahkan, tersangka diketahui telah merencanakan aksinya sejak awal Februari 2026.

Puncak kekerasan terjadi saat tersangka memukul kepala korban menggunakan balok kayu hingga terjatuh. Aksi brutal itu tidak berhenti di sana, karena tersangka kemudian mencekik leher korban untuk memastikan nyawanya benar-benar hilang.

Fakta ini menjadi sorotan utama dalam rekonstruksi. AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa tindakan tersebut menguatkan unsur kesengajaan dalam tindak pidana pembunuhan.

Setelah menghabisi korban, tersangka mengambil sejumlah barang berharga milik korban, mulai dari uang tunai hingga sepeda motor yang digunakannya untuk melarikan diri ke luar daerah.

Peristiwa nahas itu terjadi di sebuah pondok kebun di Jorong Aek Geringging, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, pada dini hari yang sunyi, Jumat 6 Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.

Dalam aspek hukum, tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Ancaman hukumannya pun tidak main-main.

AKBP Agung Tribawanto memastikan bahwa proses hukum akan berjalan hingga tuntas. Ia juga menegaskan komitmen jajarannya untuk segera melengkapi berkas perkara dan melimpahkannya ke tahap penuntutan.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa konflik yang tidak diselesaikan dengan bijak dapat berujung tragis. Penegakan hukum yang tegas diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat.


 (Andri HD)

Ad Placement

Intermezzo

Travel

IKLAN

IKLAN

Teknologi