Gerakan Penghijauan Sejuk Asri, AKBP Agung Tribawanto Hadirkan Wajah Baru Bekas Galian C Pasaman Barat - NUSANTARA POST

Kamis, 25 Juni 2026

Gerakan Penghijauan Sejuk Asri, AKBP Agung Tribawanto Hadirkan Wajah Baru Bekas Galian C Pasaman Barat

 

PASAMAN BARAT | Hamparan kawasan bekas aktivitas tambang galian C di sepanjang aliran Sungai Batang Toman kini mulai berubah wajah. Area yang sebelumnya menjadi titik pengambilan material pasir dan sirtu perlahan disulap menjadi kawasan hijau melalui gerakan penghijauan yang digagas jajaran Polres Pasaman Barat bersama masyarakat.

Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pasaman Barat menggelar Gerakan Penghijauan Sejuk Asri dengan melakukan penanaman berbagai jenis pohon di kawasan tersebut, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya memulihkan kawasan yang terdampak aktivitas manusia.

Kegiatan diawali dengan mengikuti zoom meeting bersama Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta yang dipusatkan di Kota Sawahlunto melalui program "Hijaukan Sumbar Kembali". Gerakan ini menjadi langkah bersama untuk membangun kesadaran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan merawat alam.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. melalui Kabag Ops Polres Pasaman Barat Kompol Fahrel Haris menyampaikan bahwa penghijauan merupakan bentuk pengabdian Polri yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

"Penghijauan ini merupakan langkah berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan alam. Kami ingin menghadirkan lingkungan yang lebih sehat, hijau, dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Sejak awal tahun 2026, jajaran Polres Pasaman Barat telah menanam sekitar 1.000 pohon di berbagai wilayah. Program tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai dari kawasan pesisir Pantai Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, wilayah Kecamatan Talamau, hingga Kecamatan Luhak Nan Duo.

Kini, kawasan Sungai Batang Toman menjadi perhatian berikutnya. Bekas lokasi galian C tersebut dipilih sebagai salah satu titik rehabilitasi lingkungan karena memiliki nilai strategis dalam menjaga fungsi kawasan resapan air serta mengurangi risiko kerusakan lingkungan.

Beragam jenis pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, mulai dari tanaman penghijauan hingga tanaman produktif seperti durian, alpukat, lengkeng, petai dan jengkol. Penanaman pohon produktif ini diharapkan tidak hanya memperbaiki ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.

Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Kehutanan, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Bagi masyarakat, kehadiran program penghijauan memberikan harapan baru. Kawasan yang sebelumnya mengalami perubahan akibat aktivitas tambang kini mulai dipersiapkan menjadi ruang hijau yang lebih bermanfaat bagi generasi berikutnya.

Penanaman pohon juga menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas udara, memperkuat struktur tanah, mencegah erosi, serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar aliran sungai.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan komitmen bersama. Polri akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan alam.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk menjaga bumi tetap hijau dan lestari.

Melalui Gerakan Penghijauan Sejuk Asri, Polres Pasaman Barat menanam pesan penting bahwa setiap pohon yang ditanam hari ini adalah investasi kehidupan untuk masa depan. Dari bekas galian C, kini tumbuh harapan baru bagi lingkungan Pasaman Barat yang lebih hijau, sehat dan berkelanjutan.


Andri Hidayat

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda