TNI AL-Puspenerbal (26/02/26)|Sebanyak 15 prajurit Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Kupang, mengikuti kegiatan Safari Intelijen TNI Angkatan Laut Tahun 2026 yang dipimpin oleh Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Akmal, S.AP., M.M., M.Tr.Opsla., bertempat di Gedung W.Z. Johannes Mako Kodaeral VII, Kupang, Kamis (26/02).
Kegiatan Safari Intelijen TNI AL Tahun 2026 dilaksanakan dalam rangka memperkuat fungsi intelijen maritim serta meningkatkan kemampuan deteksi dini, cegah dini, dan sistem pengamanan satuan di jajaran TNI Angkatan Laut. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh satuan mampu memahami dinamika perkembangan lingkungan strategis serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman.
Dalam arahannya, Asintel Kasal menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini, optimalisasi analisis intelijen, serta peningkatan sinergitas antar unsur guna mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Laut secara profesional dan adaptif.
Keikutsertaan personel Lanudal Kupang dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen satuan dalam mendukung kebijakan pimpinan TNI AL, sekaligus menindaklanjuti arahan Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Bayu Alisyahbana, S.M., CHRMP., agar seluruh jajaran Puspenerbal meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan kemampuan deteksi dini dalam menghadapi dinamika ancaman di wilayah kerja masing-masing.
Menanggapi kegiatan tersebut, Komandan Lanudal Kupang Letkol Laut (P) Erich Yuliontirta Wibawa, S.I.P., CHRMP., CSPP., menyampaikan bahwa partisipasi aktif prajurit Lanudal Kupang dalam Safari Intelijen menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengamanan satuan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang intelijen.
“Melalui kegiatan ini, personel semakin memahami arah kebijakan intelijen TNI AL serta mampu mengimplementasikannya secara terukur di satuan,” tegasnya.
Dengan keikutsertaan dalam Safari Intelijen TNI AL 2026, Lanudal Kupang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terwujudnya stabilitas keamanan maritim, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.
