SIJUNJUNG || Suasana pasca Lebaran di Kabupaten Sijunjung masih menyisakan cerita hangat tentang kehadiran polisi yang tidak hanya tegas, tetapi juga penuh kepedulian. Operasi Ketupat Singgalang 2026 yang telah usai meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat.
Apresiasi pun mengalir dari berbagai kalangan. Masyarakat menilai kehadiran aparat kepolisian selama arus mudik dan balik bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., Kasat Lantas Polres Sijunjung. Ia tampil sebagai figur sentral yang mengawal langsung kelancaran lalu lintas selama momentum Lebaran.
Di bawah kepemimpinannya, jajaran Satlantas bergerak cepat, sigap, dan terukur. Setiap potensi gangguan di jalan raya mampu diantisipasi dengan baik, sehingga arus kendaraan tetap terkendali meski volume meningkat drastis.
Operasi Ketupat Singgalang sendiri merupakan agenda nasional yang setiap tahunnya menjadi ujian kesiapan aparat dalam menjaga keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat. Tahun ini, Sijunjung menjadi salah satu daerah yang berhasil melewati ujian tersebut dengan hasil membanggakan.
Di Pos Pelayanan Kiliran Jao, aktivitas kendaraan terlihat padat, namun tetap mengalir lancar. Tidak terlihat kemacetan berarti, berkat pengaturan lalu lintas yang dilakukan secara maksimal oleh petugas.
IPTU Agung menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya kerja kepolisian semata. Ia menyebut peran aktif masyarakat menjadi kunci utama terciptanya situasi yang aman dan tertib.
Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas turut membantu menekan angka kecelakaan. Hal ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat dan warga benar-benar terjalin dengan baik.
Selain pengaturan lalu lintas, patroli rutin juga digencarkan di titik-titik rawan kecelakaan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini agar potensi insiden dapat diminimalisir.
Tidak berhenti di situ, IPTU Agung juga aktif memberikan imbauan langsung kepada para pemudik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh, beristirahat di pos pelayanan, serta selalu mematuhi rambu lalu lintas.
Pendekatan yang digunakan pun tidak kaku. Gaya komunikasi humanis yang ditunjukkan IPTU Agung membuat masyarakat merasa lebih dekat dan nyaman dengan kehadiran polisi.
Sikap inilah yang kemudian memperkuat citra Polri sebagai pelindung sekaligus sahabat masyarakat. Kehadiran polisi tidak lagi dipandang menakutkan, tetapi justru dirindukan.
Sebelumnya, selama bulan Ramadan, IPTU Agung bersama jajarannya juga aktif menggelar kegiatan sosial seperti Sahur On The Road. Kegiatan tersebut semakin menegaskan komitmen pelayanan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
Ucapan terima kasih kepada masyarakat Sijunjung yang tersebar melalui berbagai media menjadi simbol kuat hubungan harmonis antara polisi dan warga. Bukan sekadar formalitas, tetapi cerminan kerja sama yang nyata.
Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Singgalang 2026, Polres Sijunjung memastikan tidak akan berhenti berbenah. Evaluasi terus dilakukan demi meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang.
IPTU A. Agung Ngurah Santa Subrata pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang humanis, responsif, dan profesional. Baginya, kepercayaan masyarakat adalah hal utama yang harus dijaga.
[Andri /HD]
