Tak Sekadar Simbolik, Jenderal Listyo Sigit Prabowo Turun Langsung Bagikan Takjil untuk Warga - NUSANTARA POST

Kamis, 26 Februari 2026

Tak Sekadar Simbolik, Jenderal Listyo Sigit Prabowo Turun Langsung Bagikan Takjil untuk Warga

 

JAKARTA|Suasana sore yang dipenuhi hiruk pikuk kendaraan di ruas jalan ibu kota mendadak terasa berbeda ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung menyapa masyarakat. Di bawah bentang rel layang yang menjulang, orang nomor satu di tubuh Polri itu berdiri di tengah kerumunan, membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Dengan mengenakan seragam dinas lengkap dan peci hitam, Jenderal Listyo Sigit Prabowo tampak menyodorkan bingkisan takjil kepada pengemudi ojek online dan pengendara sepeda motor. Gestur sederhana itu sontak menghadirkan senyum dan rasa haru dari warga yang tak menyangka bisa disapa langsung oleh Kapolri di tengah kepadatan lalu lintas Jakarta.

Sejumlah personel kepolisian turut mendampingi kegiatan tersebut. Mereka membantu mengatur arus kendaraan agar tetap tertib sekaligus memastikan pembagian takjil berjalan lancar. Kehadiran aparat di lokasi tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga memperlihatkan wajah Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat.

Bagi para pengendara, momen itu menjadi pengalaman tak terlupakan. Seorang pengemudi ojek online yang menerima paket takjil tampak berbincang singkat dengan Kapolri. Percakapan ringan namun penuh makna itu mencerminkan bahwa Ramadan menjadi ruang perjumpaan yang melampaui sekat jabatan dan status sosial.

Kegiatan berbagi takjil ini menjadi simbol komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga dalam aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga. Ramadan dimaknai sebagai momentum memperkuat empati, solidaritas, dan kebersamaan.

Di tengah derasnya arus kendaraan dan aktivitas warga yang hendak pulang kerja, pembagian takjil berlangsung tertib. Para personel lalu lintas sigap mengatur jalur agar tidak terjadi kemacetan. Kehangatan suasana begitu terasa, memperlihatkan interaksi yang cair antara aparat dan masyarakat.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyempatkan diri menyampaikan pesan singkat kepada warga agar selalu menjaga keselamatan di jalan. Ia mengingatkan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, terlebih di bulan Ramadan ketika mobilitas masyarakat cenderung meningkat menjelang waktu berbuka.

Takjil yang dibagikan bukan sekadar makanan pembuka puasa. Lebih dari itu, ia menjadi simbol perhatian dan kepedulian. Di tangan Kapolri, bingkisan sederhana itu menjelma menjadi jembatan kedekatan antara institusi Polri dan rakyat.

Kehadiran Kapolri di ruang publik seperti ini dinilai sebagai langkah konkret memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Dengan turun langsung ke lapangan, pesan yang ingin disampaikan menjadi lebih kuat dan terasa nyata.

Di lokasi kegiatan, sejumlah warga tampak mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam mereka. Senyum dan ucapan terima kasih terdengar bersahut-sahutan, menciptakan suasana yang penuh keakraban.

Ramadan memang selalu menghadirkan cerita tentang berbagi. Namun ketika sosok pimpinan tertinggi kepolisian turut serta membagikan takjil secara langsung, maknanya menjadi berlipat. Ia tidak hanya menunjukkan kepedulian, tetapi juga memberi teladan bagi seluruh jajaran untuk terus menumbuhkan empati.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat berjalan beriringan dengan pendekatan humanis. Polri tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran atau gangguan kamtibmas, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan sentuhan kebersamaan.

Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, aksi seperti ini diharapkan mampu memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat. Kepercayaan publik dibangun bukan hanya lewat kebijakan, melainkan juga melalui tindakan nyata yang dirasakan langsung.

Sore itu, di antara deru mesin kendaraan dan cahaya senja yang mulai meredup, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup kegiatan dengan senyum hangat. Ia melambaikan tangan kepada warga sebelum melanjutkan agenda berikutnya.

Ramadan kembali menjadi saksi bagaimana nilai kemanusiaan menemukan ruangnya di jalanan ibu kota. Di balik seragam dan pangkat, ada pesan sederhana yang ingin ditegaskan: kebersamaan dan kepedulian adalah fondasi utama dalam menjaga Indonesia tetap damai dan harmonis.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda