PADANG|Pembinaan tertib berlalu lintas kembali digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 4 Padang. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh AKP Undra Putra SH MH bersama Pak Dora, sebagai bentuk komitmen membangun kesadaran hukum di kalangan pelajar.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan dan himbauan Direktur Lalu Lintas H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq yang terus mendorong jajaran Ditlantas untuk aktif melakukan edukasi preventif di lingkungan sekolah. Meski tidak hadir langsung di lokasi, pesan dan komitmen beliau terhadap keselamatan berlalu lintas ditegaskan dalam kegiatan tersebut.
Di hadapan para siswa yang duduk tertib di ruang pembinaan, AKP Undra Putra SH MH menyampaikan materi secara tegas namun humanis. Ia menekankan bahwa pelajar harus memahami aturan lalu lintas bukan karena takut ditilang, melainkan karena kesadaran akan pentingnya keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Menurutnya, banyak kecelakaan bermula dari pelanggaran kecil yang dianggap sepele. Tidak memakai helm standar, melawan arus, hingga kebut-kebutan di jalan umum menjadi kebiasaan berisiko yang harus dihentikan sejak dini.
AKP Undra Putra SH MH juga mengingatkan bahwa usia pelajar adalah fase penting pembentukan karakter. Jika disiplin ditanamkan sekarang, maka kelak mereka akan tumbuh menjadi generasi yang taat hukum dan bertanggung jawab.
Pak Dora yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan dukungan penuh terhadap program pembinaan dari Ditlantas Polda Sumbar. Ia menilai kolaborasi antara sekolah dan kepolisian sangat penting untuk menjaga siswa dari pengaruh negatif seperti balap liar maupun penggunaan knalpot brong.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa SRMA 4 Padang tampak antusias menyimak arahan, bahkan beberapa di antaranya aktif bertanya terkait aturan berkendara yang benar dan aman.
Dalam kesempatan itu, kembali ditegaskan himbauan dari Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq agar generasi muda Sumatera Barat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Pesan “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan” terus digaungkan sebagai gerakan moral bersama.
AKP Undra Putra SH MH menambahkan bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan seluruh pengguna jalan. Pelajar harus menjadi contoh di lingkungan keluarga dan pergaulan mereka.
Ia juga mengingatkan bahwa konsekuensi pelanggaran lalu lintas tidak hanya berupa sanksi hukum, tetapi juga risiko kehilangan nyawa. Edukasi seperti ini diharapkan mampu menyentuh kesadaran para siswa secara mendalam.
Pak Dora berharap pembinaan ini tidak berhenti pada satu pertemuan saja. Sekolah siap bersinergi dengan Ditlantas Polda Sumbar untuk kegiatan lanjutan demi memperkuat karakter disiplin siswa.
Melalui pendekatan persuasif dan edukatif, Ditlantas Polda Sumbar terus membangun budaya tertib berlalu lintas dari bangku sekolah. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan jalan raya yang lebih aman.
Pembinaan di SRMA 4 Padang menjadi bukti bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan kepolisian mampu menghadirkan perubahan positif. Dengan dukungan semua pihak, harapan akan generasi muda yang sadar hukum semakin nyata.
Arahan dan himbauan pimpinan yang diterjemahkan langsung oleh jajaran di lapangan menunjukkan komitmen kuat Ditlantas Polda Sumbar dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Edukasi yang konsisten, kolaborasi yang solid, serta kesadaran bersama menjadi kunci terciptanya lalu lintas yang tertib dan berkeselamatan di Sumatera Barat.
Andri HD
