Di Bawah Komando Reza Chairul Akbar Sidiq, Ditlantas Polda Sumbar Bagi Takjil dan Sahur Sambil Jaga Kamtibmas - NUSANTARA POST

Rabu, 25 Februari 2026

Di Bawah Komando Reza Chairul Akbar Sidiq, Ditlantas Polda Sumbar Bagi Takjil dan Sahur Sambil Jaga Kamtibmas

 

PADANG | Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di ranah Minang. Di tengah denyut aktivitas masyarakat yang tetap berjalan hingga senja dan dini hari, kehadiran aparat kepolisian menjadi penanda bahwa keamanan dan kepedulian berjalan beriringan. Momentum inilah yang dimaksimalkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat melalui dua inovasi patroli bertajuk Jelbusa dan Mashur.

Di bawah komando Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, jajaran Ditlantas Polda Sumbar tidak sekadar mengawal arus lalu lintas, tetapi juga menebar empati. Patroli “Jelbusa” atau Jelang Buka Puasa digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih berada di perjalanan saat azan Magrib berkumandang.

Simpang Pasar Pagi menjadi salah satu titik yang dipilih. Sejak pukul 16.30 WIB, personel Subdit Kamsel tampak membagikan takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang melintas. Senyum dan ucapan terima kasih dari warga menjadi pemandangan yang menghangatkan suasana sore itu.

Bagi Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas seremonial. Ia menegaskan bahwa kehadiran anggota di lapangan merupakan bagian dari strategi preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada jam-jam rawan menjelang berbuka.

Menurutnya, waktu menjelang Magrib kerap diwarnai peningkatan mobilitas warga yang berburu hidangan berbuka. Kondisi itu berpotensi memicu kepadatan lalu lintas bahkan pelanggaran. Karena itu, patroli Jelbusa dirancang untuk menyentuh dua sisi sekaligus: kemanusiaan dan pengawasan.

Tak berhenti saat matahari terbenam, Ditlantas Polda Sumbar juga menggulirkan Patroli “Mashur” atau Makanan Sahur. Dini hari sekitar pukul 04.15 WIB, tim piket Mako yang dipimpin Iptu Jamalluddin, S.H., M.H., menyusuri jalan utama Kota Padang.

Dengan seragam lengkap, tujuh personel diterjunkan untuk membagikan makanan sahur kepada warga yang membutuhkan, termasuk pekerja malam dan masyarakat yang masih beraktivitas. Kehadiran polisi di jam sunyi itu menjadi simbol bahwa negara tidak pernah benar-benar tidur.

Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan bahwa patroli Mashur juga difokuskan pada pemantauan titik rawan balap liar dan potensi gangguan keamanan lainnya. Ramadan, katanya, harus menjadi bulan yang penuh kekhusyukan tanpa terganggu aksi-aksi yang meresahkan.

Selain berbagi makanan, personel di lapangan turut memberikan edukasi tertib berlalu lintas kepada pengendara. Imbauan penggunaan helm, kepatuhan terhadap rambu, hingga larangan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis disampaikan secara humanis.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengapresiasi langkah progresif jajaran Ditlantas. Ia menilai pendekatan humanis semacam ini efektif membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.

Menurut Kombes Pol Susmelawati Rosya, Ramadan adalah momentum memperkuat sinergi dan rasa saling percaya. Ketika polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat, maka stabilitas Kamtibmas akan lebih mudah terjaga.

Kegiatan Jelbusa dan Mashur pun menjadi representasi wajah Polri yang adaptif dan responsif. Di satu sisi menjaga ketertiban lalu lintas, di sisi lain memastikan warga yang menjalankan ibadah tidak merasa sendiri di jalanan.

Langkah intensif ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang menciptakan budaya tertib berlalu lintas di Sumatera Barat. Dengan pendekatan persuasif dan konsisten, diharapkan angka pelanggaran serta kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.

Hingga pelaksanaan hari raya Idul Fitri mendatang, patroli serupa akan terus digencarkan di berbagai titik strategis. Ditlantas Polda Sumbar memastikan setiap sudut Kota Padang tetap dalam pengawasan optimal tanpa mengurangi sentuhan kemanusiaan.

Ramadan di Sumatera Barat tahun ini bukan hanya tentang ibadah dan kebersamaan keluarga, tetapi juga tentang hadirnya aparat yang mengayomi dengan tulus. Di balik sirene dan rompi keselamatan, ada pesan sederhana yang ingin ditegaskan: keamanan dan kepedulian harus berjalan seiring demi Sumbar yang tetap aman, nyaman, dan bermartabat.


Andri HD

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda